Persembahan Persepuluhan
Persembahan Persepuluhan

Page history last
edited by PBworks 11 years, 1 month ago
Persembahan Persepuluhan
Oleh: Pnt. Eduward Bleskadit
Kebenaran-kebenaran Allah dalam
firman Tuhan mempunyai segi dan sisi yang luas dan berbeda-beda dalam
ungkapan-ungkapannya sesuai dengan pokok-pokok penekanannya dalam maksud dari
bermacam-macam hal.
Kita sebagai umat Tuhan dalam hal
ini harus penuh dengan Roh agar dapat mengetahui ungkapan-ungkapan Firman Tuhan
itu yang maksud dan tujuannya yang berbeda-beda pula. Sehingga kita betul-betul
memahami dan melakukan dalam perjalanan dan kehidupan rohani kita setiap saat.
Kebenaran-kebenaran dalam Firman Tuhan ini juga merupakan peraturan-peraturan,
ketentuan-ketentuan dan ketetapan Allah yang kalau kita mentaatinya akan hidup
dan diberkati Allah, tetapi kalau kita tidak mentaatinya maka kita tidak
diberkati Allah.
Kita mau belajar dan memahami salah
satu dari sekian banyaknya kebenaran-kebenaran Firman Tuhan itu yaitu
peraturan-peraturan korban sepersepuluh.Sebagai umat Tuhan Tubuh Kristus
Persepuluhan atau Sepersepuluh (1/10) dari hasil pendapatan kita, yang harus
kita bayar kepada Allah dalam Perbendaharaan Rumah Tuhan sebagai Wajib Pajak
Warga Kerajaan Allah. Sepersepuluh yang kita bayar adalah pajak Kerajaan Allah
sebagai modal untuk menggerakkan roda pemerintahan dan roda pembangunan
Kerajaan Allah atau Tubuh Kristus di atas muka bumi ini agar segera terwujud
doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus (Mat. 6:9-13) “Datanglah Kerajaan Allah
penuhi bumi ini agar kehendak Allah terjadi di bumi ini seperti yang terjadi di
surga”.
Persembahan sepersepuluh umat Tuhan
kepada Allah juga sebagai modal Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah
Allah/Tubuh Kristus, untuk kesejahteraan kehidupan pekerjaan pelayanan
aparat-aparat dan pejabat-pejabat Rumah Allah yaitu Hamba-hamba Tuhan yang
sepenuh hidup dan waktunya melayani Allah dalam mengurus dan memimpin Rumah
Allah. Firman Tuhan sangat jelas mengatur sistem persembahan persepuluhan yang
benar dan bekenan kepada Tuhan sesuai dengan sistem pekerjaan Imamat yang
bekeja menurut gambar rancangan Allah yang ditetapkan Allah. Dan bukan sekedar
persepuluhan yang diberikan kepada kas gereja untuk membiayai kehidupan
pendeta/gembala sidang satu orang yang memimpin/menggembalakan satu jemaat
dalam satu tempat/kota.
Persepuluhan yang merupakan pajak
umat Tuhan sebagi wajib bayar pajak kepada Kerajaan Allah berarti sepersepuluh
harus benar-benar dibayar kepada pekerjaan pelayanan Sistem Imamat Rajani atau
Imamat Berkerajaan (Kel. 19:6).
Yaitu pekerjaan Tuhan yang bervisi
dan berpola rencana Allah ber-Tubuh Kristus dengan satu kepemimpinan jemaat
jamak/majemuk yang terdiri dari beberapa Hamba-hamba Tuhan sebagai pemimpin
satu jemaat lokal yang disebut “Sidang Penatua” (I Tim. 4:14; I Ptr. 5:2-6).
Kebenaran Persembahan Persepuluhan
dan pekerjaan Tuhan sistim Imamat Rajani yang layak di bayar persepuluhan ke
sana, maka semuanya akan jelas dalam pengajaran-pengajaran Firman Tuhan lebih
lanjut pada uraian berikut ini.
I.DASAR MULANYA PERSEPULUHAN DALAM
FIRMAN TUHAN
1. Persepuluhan Ibrahim (Kej.
14:18-20).
Pertama kali sepersepuluh mulai
dilaksanakan oleh Ibrahim dalam pertemuannya dengan Melkisedek. Ibrahim memberi
sepersepuluh dari hasil jarahan perangnya kepada Melkisedek dan Melkisedek
memberkati dengan roti dan anggur. Pertemuan Ibrahim dan Melkisedek dan apa
yang mereka lakukan kepada semua generasi (Gal. 3:16). Dalam perjanjian kekal
ini ditandai beberapa peristiwa sebagai kebenaran kekal yaitu :
a. Melkisedek sebagai Raja Damai dan
Imam Besar Allah yang tidak bersilsilah dan muncul tiba-tiba (Ibr. 7).
Melkisedek menyatakan sistem Imamat Rajani dari kerajaan Allah kepada Ibrahim
sebagai gambaran/ lambang yang merupakan nubuat, tetapi digenapi di dalam Tuhan
Yesus Kristus sebagai Raja dan Imam Besar.
b. Melkisedek memberi Roti dan
Anggur kepada Ibrahim menggambarkan Makanan Minuman Rohani dari Allah dalam
Firman Tuhan dan Roh Kudus dan menggambarkan Tubuh dan Darah Yesus Anak Domba
Allah dalam kenyataan Perjamuan Suci.
c. Ibrahim memberi sepersepuluh
kepada Melkisedek.
Perjanjian kekal Allah antara
Ibrahim dengan Melkisedek menibulkan kebenaran-kebenaran sistem imamat
berkerajaan, (I Ptr. 2:5,9,10), sistem Perjamuan Suci dan sistem Persepuluhan.
Pekerjaan Tuhan yang berpola Imamat Rajani yaitu satu perhimpunan Tubuh Kristus
satu jemaat satu kota dengan sistem Kepemimpinan jemaat majemuk yaitu sidang
penatua, tiap hari harus berhimpun bersama kepada Allah dalam satu meja
Perjamuan Suci dan kesanalah umat Tuhan benih Ibrahim (Gal. 3:7,14,16) membawa Persepuluhnya
kepada Tuhan.
Perjanjian kekal antara Ibrahim dan
Melkisedek mempunyai 3 unsur sistem Imamat Rajani, sistem Perjamuan Suci, dan
sistem Persepuluhan. Tiga unsur ini mempunyai kesatuan dan keterkaitan satu
dengan yang lain dan berlaku permanen sebagai peraturan-peraturan,
ketentuan-ketentuan Allah yang hidup dalam satu perhimpunan jemaat satu tempat
sebagai Tubuh Kristus.
2. Sepersepuluh dari Yakub (Kej.
28:10-22).
Yakub membayar sepersepuluh kepada
Allah sebagai nazarnya dan Allah berjanji memberkati Yakub. Sepersepuluhnya
Yakub berlaku karena Allah memberkati Yakub dan Yakub bernazar yaitu (berjanji
kepada Allah) untuk membayar sepersepuluh kepada Allah dalam Rumah Allah.
Dasar Yakub bernasar membayar
Seperseuluh kepada Allah karena :
a. Yakub bermimpi melihat Allah dan
Rumah Allah. Yakub melihat visi Allah yang jelas tentang rencana Allah.
b. Allah berjanji memberkati Yakub,
menyertai Yakub,melindungi Yakub dan memberikan tempat atau Negeri baru
kepadanya dalam visi rencana Allah yang dilihat Yakub.
c. Yakub mengakui Rumah Allah di
tempat dia melihat visi itu. Pekerjaan Allah yang kita jalani dan mengenal
senagai Rumah Allah (Visi Tubuh Kristus), tidak hanya kegiatan gereja
biasa-biasa saja.
d. Yakub mendirikan sebuah batu dan
mengurapinya sebagai Rumah Allah. Visi Tubuh Kristus yang kita jalani dasarnya
adalah Yesus sebagai batu penjuru tertancap dalam hati yang yakin, mulut
mengaku Yesus Kristus Tuhan (Rom. 10:9-10; Ef. 2:20-22; I Kor. 3:10-11; I Ptr.
2:5-8; Maz. 118:22; Yes. 28:16; Mat. 21:42,43; Kis. 4:11,12; Mat. 16:16-18)
seseorang akan melihat visi Tuhan tentang Allah dan Tubuh Kristus harus
dibangun dengan dasar batu penjuru yang kuat yaitu : pengetahuan dan pengenalan
Ilahi yang jelas tentang Tuhan Yesus serta hati yang yakin dan mulut yang
mengakuinya, sehingga Tuhan Yesus terletak kuat dalam hati sebagai Batu Penjuru
yang mahal dan indah.
Jika kita melihat bahwa Yakub
diberkati Allah karena melihat visi. Dan Sepersepuluh dari semua berkat yang
dia terima dari Allah kemanapun dia pergi, tetap dia bawa kembali kepada Allah
di Rumah Allah sebagai wadah dan tempat dia pertama kali melihat dan mengalami
kemuliaan Tuhan dalam dirinya karena disitulah dia bernazar. (Kej. 35:1-16,17).
3. Persepuluhan Umat Israel (Bil.
18:21-24 (25-28); Ul. 14:22-29; Ul. 12:5-6; Im 27:30).
Sepersepuluh dari umat Israel kepada
Allah untuk Imamat Lewi.
Suku Lewi tidak mendapat bagian
dalam warisan tanah perjanjian, tetapi Allah menetapkan mereka untuk mengurus
Rumah Allah dan kehidupan mereka diatur melalui Persembahan Sepersepuluh dari
hasil pendapatan umat Israel. Sepersepuluh dengan sistem imamat Lewi ditetapkan
berdasarkan hukum torat karena akibat ketidak taatan orang Israel, menyembah
patung lembuh emas (Kel. 19:32). Allah marah dan menetapkan sistem imamat
kepada bani Lewi dengan sistem perpuluhannya yang sifatnya sementara dan satu
waktu akan ditiadakan, tapi rencana Allah semula adalah Allah menetapkan sistem
Imamat seluruh bangsa pilihan (Kel 19:6). Bukan imamat satu suku Lewi, tetapi
Imamat satu bangsa Pilihan mencakup semua orang percaya pilihan Allah.
Jadi kita melihat disini bahwa
sistem Imamat satu bangsa pilihan Israel sudah beralih kepada sistem imamat
satu suku Lewi akibat ketidak taatan dan pemberontakan kepada Allah. Dalam
praktek sekarang juga begitu yaitu sistem imamat gerejani satu suku pendeta
satu orang yang memimpin dan melayani satu jemaat dan menerima perpuluhan
menggantikan sistem imamat satu bangsa semua orang percaya oleh Darah Yesus
Kristus sebagai satu Tubuh Kristus berfungsi semua anggota.
Berlakunya imamat satu suku Lewi
dengan sistem perpuluhannya, tetapi perpuluhannya umat Israel tetap di bawa
kedalam Perbendaharaan Rumah Allah sebagai tempat yang Allah pilih dan Allah
tentukan untuk Allah diam disana (Ul. 12:5-6).
4. Kelanjutan Persepuluhan Israel
dalam Bait Allah (Mat. 3:8-10; Neh. 10:35-39; Neh. 13:10-13).
Peraturan Perpuluhan dipulihkan lagi
bersama dengan pembangunan kembali bait Allah setelah pembuangan dari Babel.
Demi kelancaran pelayanan dalam Rumah Allah, maka Perbendaharaan Rumah Allah
harus tetap terisi penuh dengan persembahan Perpuluhan agar Rumah Allah selalu
tersedia makanan dan minuman. Umat Allah harus memperhatikan dan mengisi
Perbendaharaan Rumah Allah, maka Allah akan mempehatikan dan mengisi lumbung
tiap umat Tuhan. Sebab hal ini merupakan suatu prinsip dari Allah.
5. Penegasan Tuhan Yesus Kristus
tentang Persepuluhan dalam Perjanjian Baru (Mat. 23:23).
Tuhan Yesus menegaskan tentang
Persembahan Persepuluhan yang diberikan kepada Allah dalam Rumah Allah harus
ada keseimbangan dengan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan dalam hati umat
Tuhan antara satu terhadap yang lain. Bila umat Tuhan rajin memberi Persepuluhan
kepada Allah tetapi hidupnya mengabaikan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan
maka tidak berkenan kepada Tuhan atau bila umat Tuhan mengatakan bahwa mereka
hidup dalam keadilan, punya belas kasihan dan kesetiaan tetapi tidak setia
memberi Perpuluhan dalam Perbendaharaan Rumah Allah maka juga tidak berkenan
kepada Allah. Oleh sebab itu umat Allah harus lebih taat dalam melakukan
Persembahan Perpuluhan dan diimbangi hidup dalam keadilan dan belas kasihan
serta kesetiaan. Perpuluhan tidak hanya sebagai peraturan hukum torat yang
berlaku dalam Perjanjian Lama tetapi juga berlaku dalam Perjanjian Baru pada
zaman Tuhan Yesus datang dan zaman gereja.
6. Persepuluhan dalam Imamat Rajani
Tuhan Yesus Kristus (Ibr. 7:1-17(ay 4-19).
Prinsip Imamat Rajani Melkisedek
dengan Ibrahim dalam suatu Perjanjian kekal muncul lagi dalam Perjanjian Baru
Imamat Rajani Tuhan Yesus Kristus sebagai wujud penggenapannya dengan umat
tebusan-Nya.
Tuhan Yesus adalah Raja kebenaran
dan Raja Damai sejahtera. Tuhan Yesus adalah Imam Besar menurut peraturan
Melkisedek (Maz. 110:1-5; Ibr. 4:15,15; Ibr. 5:5,6,10; Ibr. 6:20; Ibr.
7:16,17,21; Ibr. 8:103). Tuhan Yesus sebagai Imam Besar menggenapi dan
mengakhiri sistem Imam besar Harun dalam hukum torat dan Dia menjalani sistem Imam
Besar Melkisedek. Sistem Imamat Rajani dalam diri Tuhan Yesus adalah karena
Tuhan Yesus sebagai Imam Besar Allah yang Maha Tinggi (fs 7:1), dalam
keberadaan-Nya sebagai anak Allah, Dia satu dengan Allah Bapa. Dan Tuhan Yesus
juga sebagai manusia yang menanggung manusia dalam diri-Nya, sehingga Tuhan
Yesus mempunyai jabatan Imam besar-Nya dari dua sisi dan menjalankan fungsi
Imam Besarnya untuk kepentingan kedua belah pihak yaitu pihak Allah dan pihak
manusia didamaikan dan disatukan, karena Tuhan Yesus sebagai Imam Besar Allah
dan Imam Besar kita manusia maka Dia bisa menjadi mediator/perantara yang
mendamaikan manusia dengan Allah dalam mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib
sebagai Anak Domba Allah yang mencurahkan darah-Nya menebus kita manusia menjadi
Imam-imam dan Raja-raja bagi Kerajaan Allah dalam sistem Imam Melkisedek, (Kel.
19:6; Wah. 5:10; Wah. 1:5,6; I Ptr. 2:4,9,10). Dengan demikian maka semua orang
percaya yang ditebus oleh Darah Tuhan Yesus (I Ptr. 1:18-29) dan dibaptis oleh
satu Roh Kudus menjadi satu Tubuh Kristus (I Kor. 12:12,13) berarti semua
adalah Imam-imam yang berkerajaan yang mempunyai karunia masing-masing dan
fungsi pelayanan masing-masing yang terikat satu dengan yang lain sebagai satu
Tubuh Kristus (Ef. 4:16; Kol. 2:19; Rom. 12:4-6; I Kor. 12:14-28). Dalam sistem
Imamat Rajani menurut Melkisedek Tuhan Yesus Kristus, tidak ada kaum pendeta
dan kaum jemaat awam yang pasif saja. Tetapi kita dilahirkan rohani dalam
Sistem Imamat Rajani Tuhan Yesus maka kita juga harus hidup dan melayani dalam
Sistem Imamat Rajani ber-Tubuh Kristus.
Kita sebagai anak-anak Allah
keturunan Ibrahim rohani (Gal. 3:7,14,16) harus terikat dalam Perjanjian kekal
karena terhisap kepada sulbi rohani Ibrahim yaitu iman kepada Tuhan Yesus
Kristus.
Waktu Ibrahim membayar Perpuluhan
kepada Melkisedek maka secara rohani dan iman kita ada di dalam sulbi rohani
Ibrahim ikut membayar perpuluhan kepada Melkisedek. Iman harus disertai
perbuatan sebab iman tanpa perbuatan mati rohani kita. Perbuatan kita dalam iman
benih Ibrahim adalah melakukan Perjanjian Kekal Sistem Imamat Melkisedek Rajani
yaitu visi kehidupan berjemaat Tubuh Kristus.
Kita harus terikat sebagai anggota
Tubuh Kristus dalam satu jemaat lokal sehingga kita mempersembahkan Perpuluhan
kita kepada Allah dalam Perbendaharaan Rumah Allah, pada waktu kita satu
perhimpunan umat Allah satu kota terhimpun beribadah kepada Allah dalam satu
meja Perjamuan Suci.
Pada waktu kita berhimpun beribadah
bersama-sama dalam satu meja Perjamuan Suci maka kita mendapat berkat makanan
minuman rohani dari hadirat Allah, suasana Roh Kudus dengan
karunia-karunia-Nya, makanan dan minuman rohani dari suasana Firman Tuhan dan
makanan minuman dari Tubuh dan Darah Kristus bersama-sama. Maka kita harus
memberkan Sepersepuluh dari hasil pendapatan kita kepada Allah di depan meja
Perjamuan Suci. Sebab Perjamuan Suci sebagai gambaran dari Yesus Anak Domba
Allah yang sudah tersalib serta tersembelih dan terletak ditengah-tengah kita.
Dengan berlakunya sistem perhimpunan jemaat ber-Tubuh Kristus lokal satu kota
dengan satu meja Perjamuan Suci, dan Perpuluhan dibawa kepada Perbendaharaan
Rumah Allah pada waktu perjamuan suci itu, dan berjalannya pola kepemimpinan
jemaat majemuk maka akan mencegah Tubuh Kristus dari pengelompokan-pengelompokan,
perbedaan-perbedaan, persaingan-persaingan dan perpecahan. Sebaliknya lebih
memantapkan kenyataan kesatuan, persekutuan dan kebersamaan Tubuh Kristus satu
kota/satu tempat.
Sistem perhimpunan satu jemaat yang
berbeda-beda, dan yang banyak dalam satu kota yang walaupun satu organisasi
dengan meja Perjamuan Suci yang terpisah-pisah dan dengan Perpuluhan yang
dibawa kepada pemimpin atau pendeta jemaat satu orang yang berbeda dalam satu
kota , dan berjalannya tata cara ibadah yang berlainan dengan program-program
kegiatan yang berbeda-beda maka akan lebih memperkuat dan memperkokoh
perbedaan-perbedaan, pengelompokan-pengelompokan dan perpecahan Tubuh Kristus
dalam satu kota.
Inilah sifat keakuan manusia yang
independen berdiri sendiri terpisah dari kesatuan Tubuh Kristus satu kota tapi
yang akan dihancurkan oleh Kristus melalui sistem Imamat Rajani Tubuh Kristus
dalam satu meja Perjamuan Suci.
Satu perhimpunan Tubuh Kristus
dengan kepemimpinan Kepenatuaan Majemuk dan Perjamuan Satu Meja dengan Persepuluhan
yang dibawa waktu Perjamuan Suci menunjukkan kenyataan kita berhimpun kepada
Tuhan Yesus sebagai Anak Domba Allah, sebagai Imam Besar dan sebagai Raja dan
Tuhan yang bertahta di tengah-tengah perhimpunan umat Tuhan (Wah. 5,8; Ibr.
8:2) merupakan inti pusat dari perhimpunan ibadah kita.
Dalam Yeh. 1;10 dan Wah. 4;5
menggambarkan satu perhimpunan Tubuh Kristus sebagai mahluk-mahluk hidup yang
banyak sayap, banyak mata dan banyak roda-roda yag pengertiannya adalah jemaat
yang terarah, tertuju berpusat kepada Tuhan Yesus yang bertahta ditengah-tengah
umat-Nya sebagai Allah Tuhan yang Maha Kuasa, sebagai Anak Domba Allah dan
sebagai Imam Besar Melkisedek.
Sistem perhimpunan jemaat Tubuh
Kristus dan Sistem Kepemimpinan Kepenatuaan Majemuk yang berpusat kepada Tuhan
Yesus dalam gambaran Yeh. 1; dan Wah. 4 dan 5, sebagai sistem kepemimpinan roda
yang berputar yaitu sistem perhimpunan dan kepemimpinan yang mengelilingi atau
melingkar dan Tuhan Yesus yang bertahta di tengah-tengah.
Sistem perhimpunan umat dan
kepemimpinan yang berhimpun sekeliling Tuhan Yesus Anak Domba Allah sebagai
roda berputar menggambarkan sikap persekutuan dan hubungan antara satu dengan
yang lain yang ada persekutuan Roh, ada kesatuan hati, ada kebersamaan, saling
menghormati dan menghargai, saling merendahkan diri, saling mengasihi, saling
mengampuni, saling mendukung dalam fungsi karunia pelayanan yang berbeda-beda
sehingga semuanya memusatkan perhatian, pujian, pelayanan, kehormatan,
kemuliaan kepada Tuhan Yesus Anak Domba Allah yang ada ditengah-tengah mereka
sebagai Poros, Pusat inti roda itu/perhimpunan itu. Dengan sistem ini maka
poros itu akan hidup menggerakkan roda kepemimpinan jemaat sehingga bisa
berputar lancar dalam fungsi pelayanan masing-masing dan umat Tubuh Kristus
hidup bergerak maju, berkembang menjadi sempurna. Tidak ada kepemimpinan
manusia yang menonjol sebagai bos ditengah-tengah lalu dikelilingi oleh umat
dan pembantu-pembantu pemimpin yang berhimpun kepada pemimpin itu untuk memuja
dan menghormatinya.
Bentuk kepemimpinan ini disebut
sistem perhimpunan dan kepemimpinan jemaat pola mesir atau duniawi yang
menggambarkan sebagai bangunan piramida mesir. Inilah struktur sistem
kepemimpinan yang puncaknya adalah satu manusia yang terkenal dan sebagai
pemimpin tertingginya dan membawahi wakil-wakil pemimpin dan anggota-anggota
jemaat, sehingga semua orang itu rendah dan memandang ke atas menghormati sang
pemimpin jemaat yaitu pendeta atau gembala sidang satu orang sebagai bosnya.
Pola perhimpunan dan kepemimpinan jemaat seperti ini juga digambarkan sebagai
menara babel yang menjulang tinggi, tetapi kacau balau dan tidak berpola Allah,
tetapi berpola manusia dan duniawi yang angkuh, sombong, selalu bertentangan
dengan pola dan peraturan-peraturan Ilahi dari Allah.
Kitab Wahyu 4; 5, diuraikan bahwa
perhimpunan jemaat dan Kepemimpinan Kepenatuaan jamak berkeliling beribadah
berpusat kepada Tuhan Yesus sebagai Allah Tuhan yang Maha Kuasa dan sebagai
Anak Domba Allah yang telah tersembelih yang bertahta di tengah-tengah
perhimpunan, sehingga Dia layak menerima hormat, dan kuasa dan puji-pujian
selama-lamanya. Inilah kepemimpinan Tubuh Kristus yang disebut pola
kepemimpinan roda atau lingkaran, juga disebut pola sistem Imamat Berkerajaan
menurut peraturan Melkisedek. Ketaatan kita dalam sistem perhimpunan Imamat
Melkisedek ini adalah kenyataan sikap kita menghormati, memuja, memuliakan,
mengagungkan dan meninggikan Tuhan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang bertahta
ditengah kita dan juga sikap kita menjunjung tinggi keutuhan, kesatuan,
kebersamaan satu Tubuh Kristus dan menentang perpecahan.
Jadi semua Persembahan Persepuluhan
umat Allah harus diberikan kepada Allah waktu satu Tubuh Kristus berhimpun
semua anggota dalam satu kota beribadah kepada Allah dalam satu meja Perjamuan
Suci makan minum Tubuh dan Darah Yesus. Dengan berlakunya Imamat Melkisedek ini
mengikat kita dalam kuasa hidup yang tidak berkesudahan/tidak ada batasnya
dalam perjanjian kekal (Ibr. 7:15,16).
Maka kita tidak lagi memberi
perpuluhan kepada sistem imamat suku Lewi yaitu sistem imamat suku pendeta atau
sistem kas gereja organisasi dengan gembala jemaat satu orang. Sebenarnya
sistem ini sudah digenapi dan dibatalkan, diakhiri dan dibubarkan Tuhan Yesus
karena bersifat sementara sebagai hukum torat, bukan perjanjian kekal yang
harus dilakukan lagi.
II. SEPERSEPULUH SANGAT PENTING BAGI
UMAT TUHAN (Im 27:30; Mal 3:8-10)
Berdasarkan ayat-ayat Firman Tuhan
diatas maka kita melihat bahwa Persembahan Persepuluhan sangat penting
diperhatikan dan ditaati umat Tuhan.
1. Sepersepuluh adalah “MILIK TUHAN”
bukan milik dan hak umat Tuhan walaupun untuk keperluan kesejahteraan
Hamba-hamba Tuhan yang memimpin bersama-sama dalam Rumah Allah. Kita membayar
Perpuluhan kepeda Tuhan artinya kita mau mendengar dan mentaati Allah dan
firman-Nya. Bil. 18:24, mengatur bahwa Israel mempersembahkan Perpuluhan kepada
Tuhan, bukan kepada manusia, itulah sebabnya Sepersepuluh adalah “MILIK TUHAN”
yaitu bagiannya Tuhan berarti Persembahan Kudus.
2. Kalau tidak memberi Persembahan
Persepuluhan kepada Tuhan berarti menipu dan berdusta kepada Allah (Mal.
3:8,9), dan dianggap telah korupsi atau mencuri milik dan bagian-Nya Tuhan.
3. Bila tidak memberi Perpuluhan
kepada Tuhan maka Allah akan mengutuknya (Mal. 3:9). Akibat dari kutuk Tuhan,
kita akan ditimpa berbagai bencana, malapetaka, bela-bela dan
kesusahan-kesusahan.
4. Umat Tuhan taat memberi
Perpuluhan kepada Tuhan, maka Allah akan memberikati dengan berkelimpahan (Mal.
3:10).
5. Ketaatan memberi Perpuluhan kepada
Tuhan adalah sikap kita menguji (bertaruh) dengan Allah atas kemampuan dan
keperkasaan-Nya untuk membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat-Nya
dengan berkelimpahan dalam kehidupan kita (Mal. 3:10).
6. Supaya ada persediaan makanan
selalu dalam Rumah Tuhan (Mal. 3:19), yaitu persediaan makanan jasmani untuk
Hamba-hamba Tuhan dan mereka berkonsentrasi pada pelayanan doa (mesbah) dan
pelayanan firman/mimbar berjalan dengan baik (Kis. 6:4). Bila Hamba-hamba Tuhan
kesejahteraan penghidupannya lancar maka Hamba-hamba Tuhan menyiapkan makanan
rohani dalam Rumah Allah dan umat Allah selalu dipuaskan dan kenyang dengan
Pelayanan rohani seperti apa yang dikatakan Rasul Paulus yaitu kami menabur
rohani kepada jemaat dan menuai jasmani dari jemaat (I Kor. 9:11,12).
7. Perbendaharaan Rumah Allah penuh
dengan Persembahan Perpuluhan (Neh. 10:37,38; Bil. 18:26-28), maka pelayanan 5
jawatan berfungsi dan bebas melayani kemanapun untuk membangun Tubuh Kristus
tanpa membebani diri dan memusingkan diri dengan penghidupan jasmani (Ef.
4:11-16).
III. PERSEPULUHAN ADALAH UNTUK UNTUK
PERBENDAHARAAN RUMAH TUHAN (Mal. 3:10; Neh. 10:38; Ul. 12:5-6; Ul. 14:23)
Persembahan perpuluhan dari umat
Tuhan tidak boleh dibawa dan diberikan ke mana-mana tempat, tapi hanya dibawa
dan diberikan kepada perbendaharaan rumah Tuhan.
Perbendaharaan rumah Tuhan yang
dimaksud adalah :
1. Sidang jemaat ber-Tubuh Kristus
lokal/setempat/satu kota sebagai perbendaharaan Rumah Tuhan di mana tiap
anggota jemaat hidup dan tinggal terhisap sebagai anggota Tubuh Kristus
mencakup semua aktifitas/kegiatan-kegiatan rohani dan jasmani, karena dilahirkan
rohani di situ dan terus diberikan makanan rohani di situ dan terus diberikan
makanan rohani di situ dan bertumbuh berkembang rohaninya di situ.
2. Sidang jemaat ber-Tubuh Kristus
adalah Perbendaharaan Rumah Tuhan sebagai tempat yang dipilih Tuhan (Kej. 28 :
23 ; Maz. 132 : 1-5,13,14 ; II Taw. 7 : 16,14). Yaitu jemaat yang
sungguh-sungguh berada dalam satu perhimpunan umat Tuhan yang penuh Roh Kudus
dan ada kenyataan kesatuan, kebersamaan dalam prinsip-prinsip ibadah, kehidupan
dan pelayanan dan kepemimpinan kepenatuaan yang majemuk.
3. Sidang jemaat ber-Tubuh Kristus
lokal adalah Perbendaharaan Rumah Tuhan sebagai tempat dan wadah dimana Tuhan
Yesus sebagai kepala hadir, menyatakan diri, dan diam di sana (Kel. 25:8,9; Ef.
2:20-22). Sebab prinsip-prinsip jemaat ber-Tubuh Kristus adalah berasas
kebersamaan, kepemimpinan jemaat jamak dimana semua orang sama rata, beda
fungsi karunia pelayanan dan Yesus Tuhan sebagai kepala yang tinggi, besar dan
dihormati berada ditengah-tengah perhimpunan jemaat.
4. Sidang jemaat ber-Tubuh Kristus
lokal adalah Perbendaharaan Rumah Tuhan yang didalamnya nama Tuhan Yesus
ditegakkan, dihormati, dimuliakan. Tidak ada orang yang namanya dipuji, karunia
pelayananya disanjung dan dicari-cari umat, tetapi nama Tuhan Yesus yang
dicari, dirindukan oleh semua orang yang berhimpun untuk menegakkan nama-Nya.
IV. YANG MEMBERI PERSEPULUHAN
Israel Imamat orang Lewi Imam-imam
dan Imam Besar
1/10 1/10 dari 1/10
1.= Umat Israel
2.= Imamat Orang Lewi
3.= Imam-imam dan Imam Besar
- Umat Israel memberi perpuluhan
kepada Imamat orang Lewi.
- Imamat orang Lewi memberi
perpuluhan dari perpuluhan yang didapatkan dari umat Israel kepada Imam Besar
Harun dan anak-anaknya (5 orang).
Dalam umat Tuhan,rohani adalah
sebagai berikut :
Umat Israel menunjukkan kepada umat
Tuhan anggota jemaat ber-Tubuh Kristus satu lokal memberi perpuluhan kepada
Imamat Lewi adalah gambaran dari Hamba-hamba Tuhan yang melayani full/penuh dan
menetap pada satu lokal jemaat ber-Tubuh Kristus memberi perpuluhan dari
perpuluhan yang didapatkan dari umat Tuhan satu jemaat lokal kepada imam-imam
dan imam besar yang adalah gambaran dari pelayanan 5 Jawatan Roh (Ef. 4:11)
sebagai tangan kanan dari Imam Besar Tuhan Yesus Kristus yang dari luar datang
pergi, keluar masuk memberi pelayanan dan bertanggung jawab penuh mengawasi dan
melayani pembangunan Tubuh Kristus dari jemaat-jemaat. II Kor. 11:28.
V. SEPERSEPULUH SEBAGAI JAMINAN
HAMBA-HAMBA TUHAN (Bil 18:21).
Sepersepuluh dari umat Tuhan yang
diberikan dalam perbendaharaan Rumah Tuhan sebagai milik Tuhan dan Tuhan
memberikan kepada Imamat Lewi yaitu Hamba-hamba Tuhan yang melayani full dan
menetap pada satu jemaat ber-Tubuh Kristus lokal sebagai imbalan atau pembalasan
dan pembayaran atas segal pekerjaan mereka, Jadi ukan umat Tuhan yang membalas
pekerjan Hamba-hamba Tuhan dengan perpuluhan, tetapi umat membayar pajak
perpuluhan kepada Tuhan di Perbendaharaan Rumah Tuhan dan Tuhanlah yang memberi
perpuluhan kepada Hamba-hamba sebagai pembayaran atau pembalasan atas pekerjaan
mereka.
Rasul Paulus menegaskan hal ini
dalam gambaran yang berbeda-beda kepada jemaat Korintus (I Kor 9:6-14; II Tim
2:4-6).
1. Laskar/tentara, diupah oleh
pemerintah.
Seorang laskar yang bekerja keras
siang dan malam karena digaji oleh Pemerintah dan tidak boleh makan upah laskar
lain atau laskar lain makan upahnya tetapi tetapi dia sendiri mkan upah dari
pemerintah atas kerja kerasnya itu sebagai hak-haknya.
2. Seorang petani, makan dari
buah-buah/hasil-hasil pekerjaannya sendiri.
Seorang petani yang bekerja keras
pada ladangnya, tidak boleh memetik buah dari kebun orang lain atau petani lain
tidak boleh memetik buah/hasil dari kebun dari petani yang memilikinya dengan
bekerja keras.
3. Lembu, makan dari hasil tanah
tuannya yang dikerjakannya/dibajaknya.
Lembu tidak oleh masuk makan dari
hasil tanah lain tuan yang dibajak oleh lembu lain.
4. Gembala, minum susu dari hasil
perah susu kawanan lembunya sendiri yang dipelihara dan diberi makan dengan
susah payah.
Seorang gembala tidak mengkin menum
susu dari perahan susu lembu orang lain.
5. Penenggala/Pembajak, makan dari
hasil tanah yang dikerjakannya.
Seorang penenggala tidak boleh
mengambil hasil usaha/garapan tetangga sebab perbuatan itu adalah pencuri.
6. Imam, mendapat bagian dari Rumah
Allah.
Seorang imam hanya mendapat bagian
dari Rumah/ jemaat yang dilayani. Rasul Paulus memberi gambaran ini agar
diperhaikan. Sebab inilah prinsip dan hukum menabur berarti harus menuai
sendiri. Sebuah ladany yang digarap sendiri berarti hasilnya dituai sendiri.
Hamba-hamba Tuhan yang memulai menggarap tanah lalu menabur rohani dalam satu
jemaat lokal sehengga jadi, maka buah-buah jasmaninya harus dituai oleh
hamba-hamba Tuhan yang besangkutan, tidak boleh dituai oleh hamba-hamba Tuhan
lain yang hanya menerima jadinya saja.
Maksud Paulus ini ditujukan kepada
orang-orang baru yang dilayani oleh Hamba-hamba Tuhan tertentu lalu bertobat
lahir baru penuh Roh Kudus dan mencintai Tuhan dan menjadi anggota satu jemaat
ber-Tubuh Kristus, lalu diberkati Tuhan dengan berkat-berkat jasmani yang
banyak dan berhasil mendapat kedudukan, mendapat jabatan, mendapat uang atau
harta yang banyak lalu lari pindah menjadi anggota dari satu organisasi gereja
berikutnya lalu Persembahan-persembahan Khusus dan Perpuluhannya diberikan
kepada gereja itu sehingga dinikmati oleh pendeta/gembalanya yang hanya tinggal
menerima jadinya, pada hal tidak ikut mengelolah dan menggarap jiwa orang
tersebut dari awal waktu masih hidup dalam dosa dan kegelapan. Prinsip inilah
yang ditegaskan oleh Paulus dalam gambaran-gambaran diatas ini agar tiap
anggota jemaat dan pendeta-pendeta dan gembala-gembala jemaat harus tahu bahwa
umat-umat yang sukses berkat jasmani maka korban-korban khusus dan
perpuluhan-perpuluhan harus dituai oleh Hamba-hamba Tuhan yang melayaninya dari
awal sebagai hamba-hamba Tuhan yang menabur benih rohaninya dan menyiramnya dan
merawatnya sehingga berhasil dengan sukses jasmaninya.
VI. PENEGASAN-PENEGASAN YANG
DIPERHATIKAN
Rasul Paulus memberi
penegasan-penegasan diatas dalam prinsip dan hukum menabur dan menuai agar umat
Tuhan dan Hamba-hamba Tuhan tetap pada batas-batas patok pelayanan dan
keanggotaan jemaat yang sudah dipatok dan ditentukan oleh Roh Kudus batas-batas
ruang gerak masing-masing (II Kor. 10:13-16).
Penegasan-penegasan yang dimaksud
adalah menyangkut status pelayanan Hamba-hamba Tuhan sebagai pemimpin satu
jemaat Allah ber-Tubuh Kristus.
1. Setiap anggota jemaat dalam satu
jemaat ber-Tubuh Kristus tidak boleh memberi perpuluhannya kepada Hamba Tuhan
lain atau gereja/persekutuan lain dalam satu kota/tempat itu, tetapi memberi
perpuluhannya kepada jemaat ber-Tubuh Kristus lokal dimana tiap orang terikat,
terhisap, taat menaklukan diri dan mengabdikan diri sebagai anggotanya dan
mendapat makanan rohani dari hamba-hamba Tuhan setempat.
2. Anggota-anggota jemaat ber-Tubuh
Kristus setempat jangan berpindah-pindah masuk jadi anggota gereja/persekutuan
lain dengan memberikan sepersepuluhnya di sana dan meninggalkan jemaat
ber-Tubuh Kristus lokal dimana anggota-anggota jemaat tersebut pertama kali
bertobat dan dilahirkan rohani dan berdasarkan rohaninya disitu, walaupun ada
masalah-masalah dan ada kekurangan-kekurangan disitu tapi tetap bertahan, tekun
dan setia.
3. Anggota jemaat ber-Tubuh Kristus
setempat jangan memberi perpuluhannya kepada Hamba-hamba Tuhan dari luar jemaat
Tubuh Kristus lokal lain/gereja lain yang melayani dalam lokal dimana anggota
itu berada, boleh memberi Persembahan Sukarela dan Persembahan Khusus lainnya.
4. Anggota-anggota jemaat ber-Tubuh
Kristus setempat jangan mengirim perpuluhannya kepada Hamba Tuhan atau gereja
lain atau jemaat ber-Tubuh Kristus yang ada di daerah-daerah lain.
5. Anggota jemaat ber-Tubuh Kristus
jangan memberi perpuluhannya untuk keperluan P.I (Pengutusan P.I) atau
pelayanan sosial, pembangunan fisik atau kegiatan-kegiatan jasmani dan rohani
lainnya, boleh memberi persembahan dari persembahan-persembahan khusus saja.
6. Hamba Tuhan yang menetap pada
satu jemaat ber-Tubuh Kristus setempat jangan pindah visi pelayanan,
pindah-pindah masuk menetap melayani ke gereja/persekutuan yang tidak berpola
Tubuh Kristus, boleh pergi melayani sementara atau menetap bila ada petunjuk
Roh Kudus dan disetujui, didoakan, diutus dengan penumpangan tangan oleh Sidang
Penatua-penatua sebagai penugasan untuk membangun visi Tubuh Kristus di sana.
7. Hamba-hamba Tuhan yang menetap
pada satu jemaat ber-Tubuh Kristus jangan hanya bermotivasi hanya kepada
material belaka lalu keluar berkelana dan mencari-cari pelayanan dan pekerjaan
kemana-mana.
8. Hamba Tuhan yang menetap pada
satu lokal jemaat ber-Tubuh Kristus harus banyak bekerja keras, berjuang dalam
doa dan pelayanan agar jemaat bertumbuh subur, berhasil sehingga hamba Tuhan
dalam lokal tersebut menikmati dan menuai berkat-berkat jasmani dari perpuluhan
dan jenis korban persembahan-persembahan lain.
9. Anggota jemaat ber-Tubuh Kristus
tidak boleh lalai, malas, lupa tidak taat dengan tidak memberi perpuluhan
kepada Perbendaharaan Rumah Tuhan, sebab perpuluhan dari umat setempat sebagai
modal/asset milik Tuhan yang Tuhan pakai untuk membayar dan membalas pekerjaan
pelayanan Hamba-hamba Tuhan setempat.
VII. CARA MENGHITUNG SEPERSEPULUH
Perpuluhan yang diambil dari hasil
bersih atau keuntungan dari usaha-usaha sebab firman Tuhan mengatakan bahwa :
bawalah sepersepuluh dari hasil usahamu, berarti keuntungan dari usaha-usaha.
Contoh-contoh dalam tiap-tiap bidang
:
1. Pedagang : Menjual barang-barang
dan mendapatkan uang masuk Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)
- Potongan ongkos-ongkos harga
pokok/modal
- Ongkos-ongkos muat/angkut
- Pajak-pajak barang/jualan, dll.
Maka sisanya itulah yang diambil
sepersepuluh dan di bawa kepada Perbendaharaan Rumah Tuhan.
2. Petani : Panen sesuatu
menghasilkan uang Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah)
- potongan ongkos bibit/modalnya
- potongan ongkos pekerjaan dan
pekerja
- potonan ongkos pupuk, dll.
Lalu sisanya itulah sebagai hasil
bersih/keuntungan, dan diambil sepersepuluh di bawa ke Perbendaharaan Rumah
Tuhan.
3.Pegawai : Gaji pegawai
sebuan/seminggu Rp. 50.000,-
- Potongan pajak
- Potongan beras
- Potongan bensin
- Potongan asuransi
Sepersepuluh diambil dari gaji
bersih setelah potongan lalu di bawa ke Rumah Allah tetapi potongan-potongan
suatu waktu diambil, maka sepersepuluhnya diambil lagi. Sedangkan hasil diskusi
Hamba-hamba Tuhan dan ketua-ketua persekutuan Tubuh Kristus lokal Sorong telah
bersepakat bahwa untuk gaji pegawai di ambil sepersepuluh dari gaji kotor tanpa
hitung potongan-potongannya.
4. Jenis barang-barang dan
hasil-hasil usaha lain yang berbentuk barang juga diambil sepersepuluhnya
dibawa ke Rumah Allah atau kepada Hamba-hamba Tuhan.
5. Ul. 1:6; jenis-jenis korban dan
perpuluhan dari anak lembu sapi, kambing dombamu. Yang dimaksud disini adalah
buah pertama atau hasil pertama dari pekerjaan sebagai buah sulung atau hulu
hasil dikorbankan kepada Tuhan, sebagai perpuluhan anak sulung lembu sapi atau
atau anak sulung kambing domba, lalu hasil-hasil beikutnya dari pekerjaannya
baru diambil sepersepuluh lalu dibawa dipersembahkan ke dalam Perbendaharaan
Rumah Allah.
Sumber-sumber Pendapatan Hamba-hamba
Tuhan di Jemaat Lokal.
1. Perpuluhan untuk kehidupan Hamba
Tuhan pribadi dan keluarganya.
2. Korban-korban lain seperti
Kolekte dan lain-lainnya, sebagian untuk Hamba Tuhan dipakai untuk pemeliharaan
pastori, melayani tamu, keperluan-keperluan darurat yang lain dan perjalanan
dinas pekerjaan Tuhan yang perlu dibantu.
3. Hasil penginjilan/pelayanan
pengutusan keluar sebagai hasil jarahan-jarahan perang. Ada persembahan untuk
Hamba-hamba Tuhan yang datang melayani karena Hamba Tuhan dibidang P.I.
merupakan laskar Tuhan dan Imam.
4. Cara mengatur perpuluhan untuk
Hamba-hamba Tuhan yang menetap dalam satu jemaat ber-Tubuh Kristus lokal adalah
prinsip kebersamaan ketua-ketua, Hamba Tuhan mengatur, membagi sesuai keperluan
tiap-tiap orang dalam pemerataan bersama sesuai keperluan. Yang dimaksud dengan
pemerataan disini bukan hanya jumlah perpuluhan dibagi samarata jumlahnya, tapi
dibagi sama rata dalam tingkatan keperluan masing-masing hamba-hamba Tuhan
sesuai pemerataan tanggung jawab Allah. Pemerataan ini dilakukan dalam kasih
sehingga jangan ada yang iri hati, jangan ada yang ingin banyak yaitu yang muda
ingin jumlah besar dan banyak melebihi penatua yang tua.
Semoga ketaatan kita umat Tuhan
membayar perpuluhan kepada Allah dalam sistem Imamat Berkerajaan ini membuat
Allah berkenan mengasihi kita dan melindungi kita dalam segala perjalanan kita,
semoga sejahtera Allah yang melebihi akal pikiran manusia melimpah memenuhi
hati dan kehidupan kita umat Tuhan yang berkenan kepada-Nya. Kiranya berkat
Allah Ibrahim menyertai umat Tuhan sekalian. Doa kami hamba-hamba Tuhan selalu
menyertai umat Tuhan yang taat melakukan Firman Tuhan persembahan perpuluhan.
Haleluya. Amin.
Komentar
Posting Komentar